Senin, 25 Januari 2010

Adam bukan Manusia Pertama ?

Benarkah Adam dilahirkan ? jika ya, siapa orang tuanya ? Berarti,Adam bukan manusia pertama ? Dan, banyak lagi pertanyaan yang belum terjawab seputar keberadaan Adam.
Dari berbagai penelusuran yang saya lakukan,Saya berkesimpulan bahwa Adam memang bukan manusia pertama yang hadir dimuka bumi.Ia adalah generasi ke sekian,setelah jutaan tahun munculnya species manusia diplanet biru.Untuk itu,terlebih dahulu kita akan membahas kembali rujukan utama kita yaitu ayat-ayat Al qur’an.
Sepanjang yang saya ketahui, Al qur’an tidak pernah menyebut Adam sebagai manusia pertama. Demikian pula istrinya, bukan manusia kedua yang diciptakan setelah adam.
Banyak ayat Al qur’an yang justru memberikan indikasi kuat bahwa adam dan hawa adalah salah satu saja dari sekian banyak umat manusia yang sudah ada pada waktu itu. Salah satu indikasi kuat terdapat pada ayat berikut :
QS. AL A,raaf (7): 11
Artinya : Sesungguhnya kami telah menciptakan kamu sekalian, lalu kami bentuk tubuh Kalian,kemudian kami katakan kepada para malaikat; “Bersujudlah kamu ke Pada Adam”; maka merekapun bersujud kecuali iblis.dia tidak termasuk Mereka yang bersujud.
Ayat diatas dimulai dengan kalimat “menciptakan kamu sekalian”lalu kami bentuk tubuh kalian”, Artinya, Waktu itu Allah sudah menciptakan banyak manusia dimuka bumi. Baru kemudian memerintah malaikat untuk bersujud kepada Adam.
Sayangnya, dalam kitab terjemahan bahasa indonesia kata kum itu ditafsiri sebagai Adam di sebelah kata ‘ kamu ‘ diberi penjelasan dengan kata dalam kurung - {Adam ). Padahal kita tahu bahwa kum adalah bermakna jamak –kalian semua.
Ini semakin jelas kalau kita baca ayat sebelumnya,berikut ini,bahwa yang dimaksud dengan Kum adalah bangsa manusia secara keseluruhan spesies manusia
QS. AL-A’raaf (7) ; 10
Artinya : Sesungguhnya kami telah menempatkan kamu sekalian dimuka bumi , dan kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.
Dari dua ayat yang berurutan di atas, kita bisa memperoleh kesimpuilan bahwa Allah terlebih dahulu menciptakan bangsa manusia di muka bumi, dengan segala sumber penghidupannya. Dan, kemudian memilih salah satu di antaranya sebagai kholifah di muka bumi, Dialah Adam. Di tandai dengan perintah kepada malaikat untuk bersujud kepadanya.
Kalau Adam memang manusia pertama, Ayat itu tidak akan berbunyi demikian. Di awalnya pastilah Allah mengatakan kepada Adam dalam bentuk tunggal ; “ Walaqad khalqnaka – Dan sungguh telah kami ciptakan kamu ( Adam ) ” tapi, ternyata menggunakan Kum.
Bukti lain tentang Adam bukan manusia pertama adalah ketika Allah berfirman kepada malaikat mau menjadikan Adam sebagai khalifah. Penjelasan itu ada pada ayat berikut :
QS. Al Baqarah (2) : 30.
Artimya : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi”.mereka berkata : Mengapa engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiaasa bertasbih dengan memuji engkau dan mensucikan engkau ? “ Tuhan berfirman : “ Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
Ayat ini sering dipakai oleh sebagian besar kita untuk menjelaskan bahwa Adam adalah manusia pertama.karena disana digambarkan dialog antara Allah dengan malaikat,Untuk menjadikan Adam sebagai khalifah dimuka bumi,padahal justru ayat ini menegaskan bahwa adam bukan manusia pertama.melainkan salah satu manusia yang terpilih dari sekian banyak manusia yang sudah ada di jaman itu.
Ada dua hal yang menunjukkan itu : pertama, adalah inni ja’ilun fil ardhi khalifah – sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.
Kalimat tersebut tidak menggunakan kata “ Menciptakan “ (ja’ala). Jadi bukan mengadakan dari “ Tidak ada menjadi ada “ melainkan memilih dari yang sudah ada menjadi khalifah alias pemimpin bagi umat manusia di jaman itu. Kata “ memilih” itu lebih jelas lagi pada ayat lain, berikut ini :
QS. Ali Imran ( 3 ) : 33
Artinya : Sesungguhnya Allah telah memilih Adam,Nuh , keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat ( di masa mereka masing-masing )
Allah menggunakan kata isthofan yang secara eksplisit berarti memilih dari yang sudah ada, dan lebih jelas lagi, dalam ayat itu Allah membandingkan dengan Nabi-nabi lainnya seperti Nuh, keluarga Ibrahim, Imran.mereka semua adalah orang-orang yang terpilih pada jamannya.
Dan masih banyak lagi ayat yang memberikan pemahaman bahwa Adam bukanlah manusia pertama dimuka bumi.Meskipun pada beberapa ayat, seringkali agak membingungkan jika dipahami secara sebagian, Ayat-ayat itu memilih penjelasan di ayat lainnya.
Sebagai contoh adalah ayat berikut ini. Allah mengatakan bahwa Dia telah menciptakan manusia ( Al Insan ) dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang di beri bentuk. Ada kesan, seakan-akan Allah bercerita tentang penciptaan manusia pertama – Adam – langsung dari tanah liat. Dan begitulah yang kita sering dengar dari orang di sekitar kita.
QS. Al Hijr ( 15 ) : 26
Artinya : Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia ( Insan ) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk
Akan tetapi kalau kita cermati, ayat di atas tidak bercerita tentang penciptaan seorang manusia melainkan manusia secara kolektif, yang di gunakan adalah kata “ Al Insaan “.sayangnya – sekali lagi – dalam kitab terjemahan seringkali di beri penjelasan dalam kurung – ( Adam ). Ini menjebak pemahaman orang-orang yang hanya membaca dari terjemahan bahasa indonesia . seakan-akan ayat itu bercerita tentang penciptaan Adam, sebagai manusia pertama. Jika mau lebih jelas lagi dalam memahami ayat itu, bacalah ayat-ayat berikutnya :
QS. Al Hijr ( 15 ) : 28-30
Artinya : dan ( Ingatlah ) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : “ Sesungguhnya aku akan menciptakan manusia ( basyaran ) dari tanah liat kering ( yang berasal ) dari lumpur hitam yang di beri bentuk.
Artinya : Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh-ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.
Artinya : Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama.
Allah memberi penjelasan lebih rinci bahwa yang di ciptakan dari “tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam “ itu adalah basyaran. Yaitu spesies manusia sebelum al insaan yang memang sudah ada selama jutaan tahun sebelumnya.
Karena itu, ayat berikutnya memberi penjelasan bahwa basyaran itu masih perlu di sempurnakan lagi oleh Allah, agar menjadi al insaan . ‘ maka bila telah kusempurnakan kejadiannya,dan telah kutiupkan Ruh-ku ke dalamnya ,maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud’. Dan para malikatpun bersujud kepadanya dengan bersama-sama. Bukan kepada Al basyar yang awal, malainkan kepada Al Insaan.
Jadi, adalah keliru kalau kita menafsiri ayat tersebut sebagai proses penciptaan Adam – manusia pertama – dari tanah liat. Itu adalah cerita tentang penciptaan al basyaar secara kolektif, yang ‘di tumbuhkan’ oleh Allah dari tanah bumi. Dan setelah disempurnakan kejadiannya – menjadi al insan – barulah malaikat diperintahkan bersujud kepada salah satu dari al insan itu, yaitu Adam.
Lantas, dari keturunan Adam inilah modern berkembang biak. Sedangkan manusia-manusia lain selain keturunan Adam mengalami kepunahan. Maka manusia modern ini disebut sebagai ‘ bani adam’ atau keturunan Adam.
Ayat berikut menjelaskan bahwa nabi yang disebut di dalam Al Qur’an itu adalah keturunan Nuh, keturunan Ibrahim, dan Imram. Galur manusia modern adalah galir keturunan Adam. Maka ia pun disebut bapak manusia.
QS. Maryam ( 19 ) : 58
Artinya : Mereka itu orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan adam, dan dari orang-orang yang kami angkat bersama Nuh,dan dari keturunan ibrahim dan israil,dan dari orang-orang yang telah kami beri petunjuk dan telah kami pilih.Apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang maha pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.
Perbedaan yang paling mendasar antara al basyar - manusia purba – dengan al insaan - manusia modern – adalah dengan kemampuan akalnya, secara fisikal, itu diwakili oleh kualitas dan kapasitas otaknya.
Malaikat yang semula ragu-ragu untuk bersujud kepada Adam ternyata mau bersujud kepadanya ketika Allah menunjukkan bahwa kemampuan akal Adam diluar dugaan malaikat. Adam dengan mudahnya menguasaimu pengetahuan alam yang diajarkan Allah kepadanya.
QS. Al Baqarah ( 2 ): 31 – 34
Artinya : Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama ( benda-benda ) seluruhnya kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman : Sebutkanlah kepada-ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar. !
Artinya : maha suci engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah engkau ajarkan kepada kami ; Sesungguhnya engkaulah yang maha mengetahui lagi maha bijaksana.
Artinya ; Allah berfirman, Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda itu maka setelah diberi tahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman : “ Bukankah sudah kukatakan kepadamu,bahwa sesungguhnya aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan menyahut apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan ?.
Artinya ; Dan berkatalah kami kepada para malaikat “ Sujudlah kamu kepada Adam ,”maka sujudlah mereka, kecuali iblis, ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang kafir.

0 komentar:

Posting Komentar

hairud_gents Blog's © 2008 Template by:
SkinCorner