Menggigil Sepi
Sementara kau biarkan hujan memandikan sekujur tubuhmu yang kian gigil itu. Menambang sepi di tengah hari yang gempita oleh kilatan petir waktu .
Selaksa keinginan semata igau di ceruk mimpi yang gebalau. Sepi. Sepi kembali.
Hari-hari selalu begitu; dibangun dengan pisau cemburu juga belati sakit hati.
Maka kepada hujan dihujamkan segala perih yang mengguyur degup jantungnya; mungkin akan lesap dan tawar segala asin prasangka. Ah!
Blog Archive
-
▼
2010
(9)
- ▼ 01/24 - 01/31 (9)
Polling Blog's
About This Blog
Jadwal Shalat
Lencana Facebook
Cari Blog Ini
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar